Ketika saat-saat tertentu, kita dianjurkan untuk mendoakan agar Allah memberikan keberkahan. Salah satunya adalah ketika kita berdo’a untuk sang pengantin, yakni dengan doa baarakallaahu laka wa baaraka ‘alaika, wa jama’a bainakumaa fii khairin.
Sebagian orang yang belum belajar bahasa arab -semoga Allah Ta’ala memudahkan kita untuk mempelajarinya-, salah kaprah dengan menggunakan do’a memohon keberkahan ini. Mereka pikir “baarakallaah” itu untuk anta (kamu laki-laki tunggal), seperti halnya penggunaan pada jazakallaahu khair, syafakallaah, yarhamukallaah. Mereka menyangka bahwa huruf “kaf” dalam “baarakallaah” adalah dhamir sehingga ketika mereka mendoakan perempuan tunggal (anti) mereka menggunakan “barakillah“. Padahal huruf “kaf” dalam “baarakallaah” termasuk huruf dalam kalimah “baaraka” yang berwazan “faa’ala“.
Otomatis, penggunaan “barakillah” adalah tidak tepat. Jika mau mendo’akan perempuan, maka yang diubah adalah dhamir-nya. Misalnya baarakallaahu fiiki atau baarakallaahu laki. Allahu Ta’ala A’lam.