bumiayu

Bumiayu adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Indonesia. Kota ini merupakan pusat aktivitas masyarakat di bagian selatan Kabupaten Brebes seperti Tonjong, Sirampog, Bantarkawung, Salem, dan Paguyangan. Kecamatan ini berada di daerah dataran tinggi, dan dilalui jalur transportasi utama Tegal-Purwokerto, serta jalur kereta api Jakarta-Cirebon-Purwokerto-Yogyakarta-Surabaya.

Bumiayu adalah sebuah kota kecil di wilayah Brebes Selatan. Di sepanjang jalan utama di kota ini ramai oleh kegiatan penduduk yang umumnya melakukank kegiatan perdagangan. Banyak toko di sepanjang jalan ini yang menyediakan segala macam kebutuhan hidup. Ada dua lokasi pasar yang sangat dikenal oleh warga sekitar yaitu pasar tradisional yang berpusat dijantung kota bumiayu, pasar ini beroperasi setiap hari dari pagi hinga sore hari. Pasar lainnya yang sangat terkenal adalah pasar wage yang dikenal juga sebagai pasar hewan. Pasar ini tidak beroperasi setiap hari tetapi hanya beroperasi setiap hari yang ada pasaran “wage”, jika dihitung dengan hari normal maka pasar ini buka lima hari sekali. Pasar lainnya adalah pasar Jatisawit (karena lokasinya di Jatisawit, dan pasar Kalikeruh (karena lokasinya di Kalikeruh), pasar ini juga ramai dikunjungi orang setiap harinya. Pasar-pasar lainnya bisa kita dapatkan di sepanjang jalan mulai dari Talok (bagian utara Kota Bumiayu) sampai dengan Jatisawit (bagian selatan ota Bumiayu). Di akhir tahun 2005 kota Bumiayu telah mengenal pasar modern, ini bisa dilihat dari banyaknya minimarket yang telah berdiri di sepanjang jalan utama Kota Bumiayu, baik mini market lokal maupun mini market jaringan misalnya Alfamart.

Bumiayu merupakan lokasi paling ramai di wilayah Brebes Selatan dan jika bolah saya katakan Bumiayu merupakan sumber kehidupannya orang Brebes Selatan. Keramaian kota ini diramaikan pula oleh penduduk di sekitar wilayahnya seperti Paguyangan, Sirampog, Bantarkawung, Salem, dan Linggapura / Tonjong. Dengan memperhatikan wilayahnya yang begitu strategis, para pentolan-pentolan (punggawa) di Kota Bumiayu pernah memunculkan isu pemekaran, isu ini sudah sampai ke DPRD Brebes dan katanya sempat dibahas di sana tapi sampai sekarang belum muncul lagi isu tersebut.

Kota Tegal dan Ajibarang adalah dua Kota yang paling dekat lokasinya dengan Kota Bumiayu. Tegal berada di utara Bumiayu dan Ajibarang di Selatan Bumiayu. Bumiayu dapat ditempuh dengan mudah baik dari Tegal maupun dari Ajibarang selain karena jaraknya yang tidak begitu jauh juga karena layanan transportasinya yang sangat mudah. Bus angkutan umum bisa didapatkkan selama 24 jam, dan bus-bus kecil lainnya juga sangat mudah didapatkan tetapi bus-bus kecil ini hanya beroperasi di siang hari paling malam hanya pada pukul sembilan malam. Jalan utama di Bumiayu sering macet terutama menjelang dan sesudah Hari Raya dul Fitri, ini diesbabkan karena padatnya kegiatan di sepanjang jalan Kota Bumiayu terutama di sekitar pasar. Namun sejak beroperasinya jalan lingkar Kota Bumiayu kemacetan ini dapat diatasi.

Di Bumiayu terdapat Pasar Wage, yaitu pasar yang hanya buka setiap lima hari sekali menurut hari pasaran Kalender Jawa. Di kota Bumiayu, sebagian besar masyarakat Bumiayu memiliki mata pencaharian sebagai pedagang. Kawasan perdagangan kota Bumiayu yang membentang dari Talok hingga Jatisawit. Pasar di Bumiayu adalah Pasar Talok, Pasar Bumiayu, Pasar Majapahit, dan Pasar Jatisawit.

Untuk mengurangi kemacetan di kota Bumiayu, Pemerintah Kabupaten Brebes membangun jalan Lingkar Selatan, yang dibangun di sebelah timur wilayah perkotaan Bumiayu. Jalan tersebut terbentang mulai dari Talok hingga Pagojengan Kecamatan Paguyangan.

Desa/kelurahan

  1. Adisana
  2. Bumiayu
  3. Dukuhturi
  4. Jatisawit
  5. Kalierang
  6. Kalilangkap
  7. Kalinusu
  8. Kalisumur
  9. Kaliwadas
  10. Langkap
  11. Laren
  12. Negaradaha
  13. Pamijen
  14. Panggarutan
  15. Pruwatan

Pariwisata

Beberapa tampat wisata di Bumiayu diantaranya: Telaga Ranjeng dan Goa Jepang.Pemandian air panas Paku Jati dan Buaran.

Pendidikan

Bagi wilayah Kabupaten Brebes bagian selatan, Bumiayu merupakan pusat pendidikan. Ditingkat SLTA, terdapat SMAN 1 Bumiayu, SMA BU NU, SMA Islam, SMA Muhammadiyah, SMK Muhammadiyah, SMA Diponegoro, SMK Al-Hikmah, SMK Al-Huda, MA Al-Hikmah 2, dan SMA An-Nurriyah.

Bumiayu juga terdapat sejumlah pondok pesantren seperti Pondok Pesantren An-Nurriyah dan Pondok Pesantren Shofwatussu’ada di Krajan, Bumiayu.Pondok pesantren Darunnajah Tegal Munding Pruwatan dan masih banyak lagi.

Dialek Bumiayuan

Dialek Bumiayu atau Bahasa Bumiayu, adalah dialek Bahasa Jawa yang dituturkan di daerah Bumiayu (Kabupaten Brebes) dan sekitarnya. Dialek ini sebenarnya tidak berbeda jauh dengan Dialek Banyumas dan Dialek Tegal, kosakata dan cara pengucapannya juga mirip. Hal yang membedakan dialek Bumiayu dengan banyumas hanya pada intonasi dan pemilihan kata.

Ada sebagian kata yang umum dipakai oleh orang Banyumas tetapi tidak digunakan oleh orang Bumiayu. misalnya kata masuk, kata yang biasa dipakai oleh orang Banyumas adalah mlebu tetapi orang Bumiayu memakai kata manjing, kedua kata tersebut sama-sama bahasa Jawa dan memiliki arti yang sama yaitu masuk kedalam ruangan.

Jika diteliti lebih jauh, bahasa Bumiayu banyak dipengaruhi oleh bahasa Sansekerta. Dalam tradisi budaya Jawa, bahasa Sansekerta berada di atas Krama Hinggil, bahasa Jawa yang dianggap paling halus. Kata “manjing”, misalnya, sering dipakai oleh para dalang dalam cerita perwayangan. Kata “manjing” digunakan secara khusus untuk menggambarkan ruh yang masuk ke dalam diri sang Arjuna. Tapi di Bumiayu, kata tersebut digunakan untuk sembarang kalimat yang berkonotasi “masuk”. “Ayame manjing umah”, misalnya, berarti “ayamnya masuk rumah.”

Dialek Bumiayu juga sering menambahkan akhiran ra (diucapkan rha), belih untuk mengakhiri kalimat, hal ini mungkin untuk menegaskan maksud dari kalimat tersebut. Misal:

  • Ana apa, ra? –> Ada apa ?
  • Rikané masa ora ngerti, ra ? –> Kamu masa ngga ngerti ?
  • Wis mangan, belih ? –> Sudah makan belum ?
  • Pan maring ngendi ? –> mau pergi kemana ?

Dialek ini diucapkan oleh masyarakat dari Kecamatan BumiayuBuaran-Bumiayu Paguyangan, Sirampog, dan Tonjong (Kabupaten Brebes).

Wacana pembentukan Kabupaten Bumiayu

Saat ini tengah berkembang wacana pembentukan Kabupaten Bumiayu, lepas dari Kabupaten Brebes. Secara geografis, kawasan selatan Kabupaten Brebes cukup jauh dari ibukota kabupaten. Secara kultural pun, dialek Bumiayu cukup berbeda dengan dialek Tegal yang dituturkan di bagian utara Kabupaten Brebes. Bahkan sebagian masyarakat asli menganggap dirinya kelahiran “Bumiayu” ketimbang “Kabupaten Brebes”.

Lain-lain

Pada waktu zaman revolusi tahun 1950-an, Bumiayu dikenal sebagai pusat/markas TNI-AD untuk menumpas pemberontakan DI/TII yang ada di daerah Kecamatan Salem.

Tokoh terkenal dari wilayah ini ialah Yahya Ahmad Muhaimin (mantan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia).

Sumber:

http://id.wikipedia.org/wiki/Bumiayu,_Brebes

http://id.wikipedia.org/wiki/Dialek_Bumiayu

http://matletters.wordpress.com/2006/12/23/bumiayu/