kali keruh

Pernah lewat jalan lingkar Bumiayu? Kalo jawabannya “belum”, sungguh kebangetan. Jalan yang terbentang dari daerah sebelah utara Smansa, desa Pulogadung, eh…Kaligadung hingga tepat di seberang mulut terminal “baru” Bumiayu kawasan Pagojengan ini telah ada sejak sekitar empat tahun yang lalu. Jalan tersebut dibangun di atas tanah yang sebagian besar berupa sawah, dari daerah Rancid (nama keren buat Rancakalong), mlodos Brug Sakalimalas, Mbayur, Adisana, Langkap, bablas terus hingga Muncang dan berakhir di Pagojengan. Perkerasan jalan tersebut terbuat dari aspal hotmix, dengan lebar sekitar 8 meter, standar untuk jalan luar kota. Dengan adanya jalan tersebut, masyarakat Bumiayu tidak perlu lagi mangkel dengan adanya macet yang berkepanjangan di Jalan P. Diponegoro (jalan utama yang membelah jantung kota Bumiayu) jika Lebaran tiba atau acara karnaval Agustusan digelar. Kenapa? Karena semua arus kendaraan luar kota akan dialihkan ke jalan lingkar tersebut, sehingga akan sangat meminimalisir terjadinya kemacetan di kota. Begitu pula di hari-hari biasa, untuk rentang waktu jam 5.00 – 17.00 kendaraan-kendaraan besar yang akan menuju Purwokerto atau Tegal pun harus melewati jalan lingkar tersebut. Singkatnya, jalan lingkar Bumiayu membuat arus lalu lintas makin lancar dan teratur. Lanjutkan Membaca…