<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Forum Mahasiswa Muslim Bumiayu &#187; Lainnya</title>
	<atom:link href="http://formmasibumi.com/category/lain/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://formmasibumi.com</link>
	<description>&#34;Merenda Cinta Merajut Ukhuwah dalam Manisnya Iman dan Indahnya Islam&#34;</description>
	<lastBuildDate>Tue, 15 Jun 2010 06:48:21 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Salah Kaprah &#8220;Barakillah&#8221;</title>
		<link>http://formmasibumi.com/lain/salah-kaprah-barakillah/</link>
		<comments>http://formmasibumi.com/lain/salah-kaprah-barakillah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Jun 2010 06:48:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nida</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lainnya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://formmasibumi.com/?p=279</guid>
		<description><![CDATA[Ketika saat-saat tertentu, kita dianjurkan untuk mendoakan agar Allah memberikan keberkahan. Salah satunya adalah ketika kita berdo&#8217;a untuk sang pengantin, yakni dengan doa baarakallaahu laka wa baaraka &#8216;alaika, wa jama&#8217;a bainakumaa fii khairin.
Sebagian orang yang belum belajar bahasa arab -semoga Allah Ta&#8217;ala memudahkan kita untuk mempelajarinya-, salah kaprah dengan menggunakan do&#8217;a memohon keberkahan ini. Mereka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika saat-saat tertentu, kita dianjurkan untuk mendoakan agar Allah memberikan keberkahan. Salah satunya adalah ketika kita berdo&#8217;a untuk sang pengantin, yakni dengan doa <em>baarakallaahu laka wa baaraka &#8216;alaika, wa jama&#8217;a bainakumaa fii khairin</em>.</p>
<p>Sebagian orang yang belum belajar bahasa arab -semoga Allah<em> Ta&#8217;ala</em> memudahkan kita untuk mempelajarinya-, salah kaprah dengan menggunakan do&#8217;a memohon keberkahan ini. Mereka pikir &#8220;<em>baarakallaah</em>&#8221; itu untuk anta (kamu laki-laki tunggal), seperti halnya penggunaan pada<em> jazakallaahu khair</em>, <em>syafakallaah</em>, <em>yarhamukallaah</em>. Mereka menyangka bahwa huruf &#8220;kaf&#8221; dalam &#8220;<em>baarakallaah</em>&#8221; adalah <em>dhamir</em> sehingga ketika mereka mendoakan perempuan tunggal (<em>anti</em>) mereka menggunakan &#8220;<em>barakillah</em>&#8220;. Padahal huruf &#8220;kaf&#8221; dalam &#8220;<em>baarakallaah</em>&#8221; termasuk huruf dalam kalimah &#8220;<em>baaraka</em>&#8221; yang berwazan &#8220;<em>faa&#8217;ala</em>&#8220;.</p>
<p>Otomatis, penggunaan &#8220;barakillah&#8221; adalah tidak tepat. Jika mau mendo&#8217;akan perempuan, maka yang diubah adalah <em>dhamir-</em>nya. Misalnya <em>baarakallaahu</em> <em>fiiki</em> atau <em>baarakallaahu laki</em>.  <em>Allahu Ta&#8217;ala A&#8217;lam</em>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://formmasibumi.com/lain/salah-kaprah-barakillah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Panjang Jari Tangan Menentukan Kecerdasan?</title>
		<link>http://formmasibumi.com/lain/panjang-jari-tangan-menentukan-kecerdasan/</link>
		<comments>http://formmasibumi.com/lain/panjang-jari-tangan-menentukan-kecerdasan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Jan 2010 09:30:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Nusrotul Bariyah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lainnya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://formmasibumi.com/?p=259</guid>
		<description><![CDATA[Menentukan seseorang itu cerdas atau tidak tanpa menguji kemampuan otaknya, memang tak mudah. Apalagi jika hanya mengandalkan tampilan fisik, seringnya kita mendapatkan fakta yang berseberangan. Seseorang dengan tampilan fisik menarik tak berkorelasi positif dengan kemampuan otaknya yang cerdas. Demikian pula sebaliknya. Meski demikian, berdasarkan hasil penelitian ada bagian tubuh manusia yang bisa digunakan untuk mengungkapkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Menentukan seseorang itu cerdas atau tidak tanpa menguji kemampuan otaknya, memang tak mudah. Apalagi jika hanya mengandalkan tampilan fisik, seringnya kita mendapatkan fakta yang berseberangan. Seseorang dengan tampilan fisik menarik tak berkorelasi positif dengan kemampuan otaknya yang cerdas. Demikian pula sebaliknya. Meski demikian, berdasarkan hasil penelitian ada bagian tubuh manusia yang bisa digunakan untuk mengungkapkan kecerdasan seseorang. Mau tahu? Mau3x…..^_^<span id="more-259"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Mark Bosnan salah seorang peneliti dari Universitas Bath, mengungkapkan bahwa kecerdasan seseorang dapat dilihat dari perbandingan panjang jari manis dan jari telunjuknya. Seorang anak yang memiliki jari manis lebih panjang daripada jari telunjuk cenderung memiliki kemampuan matematika yang lebih tinggi daripada kemampuan verbal dan bahasa. Jika perbandingan sebaliknya, anak umumnya memiliki kemampuan verbal seperti menulis dan membaca lebih baik dibandingkan matematika. Panjang jari-jari tangan merefleksikan perkembangan bagian-bagian otak. Yuk, kita mulai intip jari-jari kita. Satu..dua..tiga…!! Yups. Bagaimana hasilnya?</p>
<p style="text-align: justify;">Para ilmuwan telah lama mengetahui bahwa pertumbuhan jari-jari tangan manusia berbeda-beda tergantung kadar hormon testosteron  dan estrogen di dalam rahim saat bayi dikandung ibunya. Kadar testosteron yang tinggi diyakini mendukung perkembangan bagian otak yang berhubungan dengan kemampuan matematika dan pandang ruang. Hormon itu pula yang menyebabkan panjang jari manis tumbuh lebih panjang. Estrogen juga mendorong efek yang sama pada bagian otak, namun yang berhubungan dengan kemampuan verbal. Hormon ini mendukung pertumbuhan jari telunjuk, sehingga lebih panjang dari jari manis.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk menguji hubungan kecerdasan dengan rasio panjang jari tangan, Brosnan dan koleganya membandingkan hasil tes scholastic (SAT), semacam psikotes, kepada calon siswa yang mendaftar sekolah dengan panjang cap jari setiap siswa yang telah diminta sebelumnya. Mereka mengukur panjang jari-jari secara teliti menggunakan jangka sorong yang memiliki tingkat ketelitian 0,01 mm. Kemudian, rasio panjang jari digunakan untuk memperkirakan kadar testosteron dan estrogen.</p>
<p style="text-align: justify;">Hasil tes siswa laki-laki dan perempuan dipisahkan. Mereka menemukan hubungan yang jelas antara tingginya paparan testosteron -terlihat dari panjang jari manis lebih panjang daripada jari telunjuk- dengan nilai uji matematika yang tinggi. Juga tingginya paparan estrogen dengan kemampuan bahasa dan verbal pada sebagian besar anak perempuan.</p>
<p style="text-align: justify;">Wah, kalau seperti ini, tes seleksi masuk sekolahnya cukup nunjukin jari-jari saja kali ya. Jadi bisa hemat waktu..piiz..^_^</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Sumber:<br />
Disarikan dari buku Matematika SMK Teknik kelas X hal 61.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://formmasibumi.com/lain/panjang-jari-tangan-menentukan-kecerdasan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jejak Emas yang Kian Terhempas</title>
		<link>http://formmasibumi.com/lain/jejak-emas-yang-kian-samar/</link>
		<comments>http://formmasibumi.com/lain/jejak-emas-yang-kian-samar/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Jul 2009 09:23:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>evan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lainnya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://formmasibumi.com/?p=81</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa tahun yang lalu, seorang gadis kecil duduk di sebuah ruang kelas dengan seragam putih-biru-nya, matanya mengikuti baris demi baris kalimat pada lembar kerja siswa (LKS) pelajaran PAI. Saat itu ia sedang menghadapi materi ulama-ulama dan ilmuwan besar Islam. Muncul di kepalanya, “Ah, ngapain, sih, ngapalin yang beginian? Kan lebih terkenal Einstein, atau Edison, atau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Beberapa tahun yang lalu, seorang gadis kecil duduk di sebuah ruang kelas dengan seragam putih-biru-nya, matanya mengikuti baris demi baris kalimat pada lembar kerja siswa (LKS) pelajaran PAI. Saat itu ia sedang menghadapi materi ulama-ulama dan ilmuwan besar Islam. Muncul di kepalanya, “Ah, ngapain, sih, ngapalin yang beginian? Kan lebih terkenal Einstein, atau Edison, atau siapa, tuh… bapak teori evolusi? Ah, Darwin…” dst&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Selamat, si gadis kecil telah terjebak dalam kekangan pemikiran orientalis. Orientalis? Kasus <em>begituan dikatain</em> orientalis? Hmmm… setidaknya, para pembesar pendidikan di negeri ini lebih banyak berkiblat ke barat sana. Lalu berbondong-bondong para guru dan orang tua mulai mengenalkan mereka pada para pembesar ilmu dari barat sana, yang beberapa teorinya ‘aneh’. Siapa tak mengakui teori Darwin telah bercokol kuat di dalam otak si gadis kecil dan teman-temannya? Tapi, kan, <em>kenalan </em>sama ilmuwan yang berjasa besar itu <em>nggak </em>salah. <em>Yupz</em>, <em>emang nggak </em>salah. Itu juga pengetahuan.<span id="more-81"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Ah, tapi… kira-kira berapa orang tua yang pernah mengenalkan biografi manusia mulia, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada anaknya? Berapa yang pernah menceritakan kisah agung para sahabat dan tabi’in? Siapa pula yang pernah mengenalkan imam Syafi’I, imam Ahmad, imam al Bukhari, Ibnu Katsir dan para ulama lain yang begitu besar jasanya kepada umat Islam?</p>
<p style="text-align: justify;">Kasihan muslim-muslim kecil itu tidak mengenal barisan orang-orang mulia pada zamannya. Mereka lebih mengagumi para ilmuwan dan bahkan para filsuf barat. Saat beranjak remaja, akan kita jumpai kiblat mereka pada segala sesuatu berbau kebarat-baratan. Yang pada akhirnya, mereka merasa malu, merasa risih, jika diajak berbicara soal Islam. Soal meneladani para salafus shalih. Bukan karena mereka tidak bisa dan tidak tahu. Ya, memang banyak remaja muslim yang tidak mengetahui sosok-sosok pembesar Islam. Namun perasaan malu dan risih itu lebih dikarenakan anggapan kuno, ketinggalan jaman, tidak popular, dan stereotip negative  lainnya jika membahas sejarah Islam. Allahu Akbar…</p>
<p style="text-align: justify;">Ah, zaman memang sudah berubah. Patokan popular dan kuno juga sekendak hati kita. Tapak-tapak pembesar Islam dengan tinta emas dalam sejarah mulai ditinggalkan. Jika hari ini kita tidak memulai menyusuri kembali jejak mereka, mungkin esok kita akan berjumpa dengan sosok-sosok yang angkuh pada diin kita tercinta… (nolitridevin)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://formmasibumi.com/lain/jejak-emas-yang-kian-samar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Matikan TV-mu!!!</title>
		<link>http://formmasibumi.com/lain/matikan-tv-mu/</link>
		<comments>http://formmasibumi.com/lain/matikan-tv-mu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Jul 2009 09:16:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>evan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lainnya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://formmasibumi.com/?p=79</guid>
		<description><![CDATA[Matikan TV-mu!!! Kalimat itu terbaca beberapa hari lalu di sebuah trotoar di Jogja (lupa, dimana). Lengkap dengan gambar TV-nya. Singkat, jelas. Tapi, pasti ada orang yang menolak kata-kata tersebut. “TV beli sendiri, mau diapain ya teserah sendiri!”.
“Ketika televisi mulai masuk kampung kami, ibu-ibu yang dulu mengajari kami mengaji, sekarang sudah sibuk dengan televisi. Bapak-bapak yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Matikan TV-mu!!! Kalimat itu terbaca beberapa hari lalu di sebuah trotoar di Jogja (lupa, dimana). Lengkap dengan gambar TV-nya. Singkat, jelas. Tapi, pasti ada orang yang menolak kata-kata tersebut. “TV beli sendiri, mau diapain ya teserah sendiri!”.</p>
<p style="text-align: justify;">“Ketika televisi mulai masuk kampung kami, ibu-ibu yang dulu mengajari kami mengaji, sekarang sudah sibuk dengan televisi. Bapak-bapak yang dulu mengajadi kami dengan ta’lim muta’allim agar ilmu yang kami dapat benar-benar bermanfaat, sekarang sibuk menghafal jadwal acara televisi. Dan, Manchaser United lebih dekat dengan kehidupan mereka daripada Bidayatul-Mujtahid.” (Fauzil Adhim pada Positive Parenting).</p>
<p style="text-align: justify;">Ya…ya…ya… sudah sejak lama TV telah menginvasi hari-hari kita. Kehadirannya menjadi sangat berarti hampir di setiap rumah di mana pun. Bagaimana tidak, sekeluarga <em>gandrung</em> sekali <em>melototin </em>layar bergambar itu. <em>Nggak </em>usah yang udah berkeluarga, deh, yang masih <em>ngekos </em>saja hampir tiap waktu <em>mainin </em>tombol <em>remote control</em>, ganti-ganti siaran sana sini. “Habis, acaranya bagus-bagus”, “Kan refreshing…penat setelah sibuk seharian”, de el el. Begitu jawab para <em>gandrungers </em>TV ini.<span id="more-79"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Saya jadi membayangkan…temen-temen putri yang hobi nonton gossip, sinetron, reality show, kemjungkinan besar besok jadi ibu-ibu yang tontonanya juga sama, sambil <em>ngemong </em>anak balitanya. Ketika si anak beranjak remaja, yang muncul di TV juga acara serupa dengan yang ditonton oleh ibunya beberapa tahun silam. Demikian seterusnya sampai keturunan yang entah ke berapa…. Yang putra, kira-kira sama. Bisa dibayangkan, kan? Lebay, ya? Ah, <em>nggak</em>, kok.</p>
<p style="text-align: justify;">Padahal kita tahu, pendidikan paling awal dan paling penting untuk anak kita berada di rumah. Kalau kita menjadikan TV sebagai papan tulisnya, yang dicerna oleh anak ya yang ada di dalam TV itu, termasuk adegan kekerasan dan adegan-adegan lain yang tidak patut bagi anak. “Ah, kan masih bayi, masih kecil, belum tahu acara-acara TV”. Kita boleh berdalih seperti itu sekarang. Tapi tunggu beberapa tahun kemudian, lihat apa kesenangan mereka. Mereka akan berebut <em>remote </em>dengan sang ayah atau ibu. Kalau perlu, menangis sejadi-jadinya kalau keinginan menonton TV tidak dituruti. Kalau sudah begini, kapan mereka mau belajar baca Al Qur&#8217;an? Kapan mereka mau mempelajari sunnah-sunnah Rasulullah? Kapan mereka mulai meneladani para sahabat dan tabi&#8217;in melalui kisah-kisah yang menakjubkan? Allahu Akbar&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Padahal kita juga tahu, acara macam apa yang disuguhkan oleh stasiun-stasiun TV. Bolehlah, belakangan ini ada satu-dua acara yang mendidik. Tapi, apakah kita bisa menghindar dari tayangan lain? Apakah terjamin anak akan terhindar dari tayangan yang tidak layak bagi mereka? “Perilaku kekerasan adalah dampak paling ringan dari televisi”, begitu kata Pak Fauzil.</p>
<p style="text-align: justify;">Dulu, cerita Pak Fauzil, anak-anak sudah memhami fiqih dasar sebelum mereka berusia 10 tahun. Sehingga ketika mereka tidak mengerjakan shalat, orang tua memiliki alasan untuk memukul (tentu pukulan yang tidak menyakitkan). Lagipula, adalah buruk menghukum tanpa memberikan penjelasan.<br />
<strong><br />
“Masa-masa peka untuk mengajarkan kebaikan dan kebenaran kepada anak-anak kita tak datang dua kali.”</strong> Memutuskan untuk tidak memelihara TV di rumah saya yakin akan menjadi keputusan paling baik dan paling bijaksana. Dan akan lebih banyak mendatangkan manfaat dan memberi selamat kepada seluruh anggota keluarga, insya Allah. (nolitridevin)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://formmasibumi.com/lain/matikan-tv-mu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>13 Keuntungan Jalan Kaki</title>
		<link>http://formmasibumi.com/lain/13-keuntungan-jalan-kaki/</link>
		<comments>http://formmasibumi.com/lain/13-keuntungan-jalan-kaki/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Jul 2009 16:25:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Afif Rakhman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lainnya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://formmasibumi.com/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[Semua orang tentu setuju bahwa jalan kaki adalah salah satu latihan aerobik paling sederhana dan teraman yang dapat kita lakukan. Nah, tahukah Anda bahwa jalan kaki akan membantu memperkuat tulang, mengontrol berat badan, dan kondisi jantung dan paru-paru.
Melakukan jalan kaki secara rutin dan konsisten adalah salah satu faktor terpenting dalam membentuk program aktivitas fisik yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Semua orang tentu setuju bahwa jalan kaki adalah salah satu latihan aerobik paling sederhana dan teraman yang dapat kita lakukan. Nah, tahukah Anda bahwa jalan kaki akan membantu memperkuat tulang, mengontrol berat badan, dan kondisi jantung dan paru-paru.</p>
<p style="text-align: justify;">Melakukan jalan kaki secara rutin dan konsisten adalah salah satu faktor terpenting dalam membentuk program aktivitas fisik yang sehat. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang berjalan kira-kira 20-25 mil per minggu lebih panjang umur beberapa tahun dibanding mereka yang tidak.</p>
<p style="text-align: justify;">Berikut beberapa fakta tentang jalan kaki:</p>
<p style="text-align: justify;">1. Jalan kaki selama 20 menit setiap hari akan membakar 7 pound lemak per tahun.<br />
2. Jalan kaki lebih lama setiap hari selama 40 menit adalah cara terbaik untuk menurunkan berat badan.<span id="more-42"></span><br />
3. Jalan kaki cepat dari 20 sampai 25 menit adalah kondisi terbaik bagi jantung dan paru-paru.</p>
<p style="text-align: justify;">Jalan kaki juga memberikan manfaat sebagai berikut:</p>
<p style="text-align: justify;">1. Memperbaiki efektivitas jantung dan paru-paru<br />
2. Membakar lemak dalam tubuh<br />
3. Meningkatkan metabolisme sehingga tubuh membakar kalori lebih cepat, bahkan sekalipun tengah istirahat<br />
4. Membantu mengontrol selera makan<br />
5. Meningkatkan energi<br />
6. Membantu menyembuhkan stress<br />
7. Memperlambat penuaan<br />
8. Menurunkan tingkat kolesterol dalam darah<br />
9. Menurunkan tingkat darah tinggi<br />
10. Membantu mengontrol dan mencegah diabetes<br />
11. Menurunkan beberapa resiko kanker seperti kanker prostat dan payudara<br />
12. Membantu rehabilitasi dari serangan jantung dan stroke<br />
13. Memperkuat otot kaki, paha dan tulang</p>
<p style="text-align: justify;">Jalan kaki jauh lebih disenangi di banding lari atau jogging karena jalan kaki mengurangi stress pada bagian tubuh termasuk paha, lutut dan ankle. Ingatlah untuk selalu melakukan pemanasan terlebih dahulu dan pelemasan setelah jalan kaki.</p>
<p style="text-align: justify;">Pakailah sepatu yang cocok dengan sedikit longgar di bagian depan untuk mengantisipasi pelebaran kaki saat jalan kaki dilakukan sehingga terhindar dari rasa sakit.<br />
*****<br />
Telulas gunane mlaku-mlaku</p>
<p style="text-align: justify;">Kabeh wong mesti setuju kari mlaku-mlaku kue sawijineng latihan erobik paling sederhana tur paling aman sing bisa dilakoni. Nah, kon ngerti ora kari mlaku-mlaku kue bisa ngrewangi nguatna balung, ngontrol abote awak, karo kondisine jantung tur paru-paru.</p>
<p style="text-align: justify;">Mlaku-mlaku sing rutin tur sregepan kue sawijineng faktor paling penting nggo gawe program aktivitas fisik sing sehat. Ana penelitian sing nunjukna kari wong sing mlaku-mlaku kira-kira rongpuluh nganti selawe mil seminggu kue umure luwih dawa tinimbang sing ora tau.</p>
<p style="text-align: justify;">Kiye bukti-buktine:</p>
<p style="text-align: justify;">1. Mlaku-mlaku rongpuluh menit nggal dina bisa mbakar pitung pon gajih setaun.<br />
2. Mlaku-malaku luwih suwe patangpuluh menit nggal dina kue cara sing paling apik nggo nggeringna awak.<br />
3. Playonan rongpuluh nganti selawe menit kue kondisi paling sip nggo jantung karo paru-paru.</p>
<p style="text-align: justify;">Mlaku-mlaku ya gunane bisa kaya kiye:</p>
<p style="text-align: justify;">1. Ndandani efektivitas jantung karo paru-paru.<br />
2. Mbakar gajih ning njero awak.<br />
3. Nambah metabolisme ben awak bisa mbakar kalori luwih cepet, meski lagi ngaso.<br />
4. Mbantu ngontrol pengin madang.<br />
5. Nambah tenaga.<br />
6. Mbantu marikna stres.<br />
7. Ngalona ben ora cepet tuwa.<br />
8. Nuruna kolesterol ning njero getih.<br />
9. Nuruna darah tinggi (ups, dudu getih duwuh lho-red)<br />
10. Mbantu ngontrol tur nyegah penyakit kencing manis.<br />
11. Nuruna pirang-pirang resiko kanker kaya kanker prostat karo susu.<br />
12. Mbantu ndandani sing serangan jantung karo struk.<br />
13. Nguatna oto sikil, pupu karo balung.</p>
<p style="text-align: justify;">Mlaku-mlaku luwih disenengi tinimbang mlayu atawa joging soale mlaku-mlaku bisa ngurangi stres ning bagian awak kaya pupu, dengkul tur engkol. Diemut-emut ya, kudu nglakoni pemanasan disit karo nglemesna bar mlaku-mlaku.</p>
<p style="text-align: justify;">Dinggo bae sepatu sing pas tur madan longgar ning ngarepe nggo antisipasi melare sikil wektu mlaku-mlaku, ben ora lara sikile.</p>
<p style="text-align: justify;">Translation of Indonesian &#8211; Bumiayuan</p>
<p style="text-align: justify;">&#8211;</p>
<p style="text-align: justify;">Evan Rizaldhi<br />
Abu Muhammad bin Yurino At Taluki</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://formmasibumi.com/lain/13-keuntungan-jalan-kaki/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
