<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Forum Mahasiswa Muslim Bumiayu &#187; Sainstek</title>
	<atom:link href="http://formmasibumi.com/category/sainstek/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://formmasibumi.com</link>
	<description>&#34;Merenda Cinta Merajut Ukhuwah dalam Manisnya Iman dan Indahnya Islam&#34;</description>
	<lastBuildDate>Tue, 15 Jun 2010 06:48:21 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Kompas juga Bisa Salah</title>
		<link>http://formmasibumi.com/sainstek/kompas-juga-bisa-salah/</link>
		<comments>http://formmasibumi.com/sainstek/kompas-juga-bisa-salah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Aug 2009 05:13:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Afif Rakhman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sainstek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://formmasibumi.com/?p=100</guid>
		<description><![CDATA[Teman-teman semua pasti pernah menggunakan kompas. Biasanya kita menggunakan kompas ketika mengikuti kegiatan lapangan atau sekedar melihatnya untuk mencari tahu arah kiblat ketika akan sholat dan tidak ada petunjuk arah.
Sebenarnya bagaimana sih prinsip kerja kompas itu? Kenapa jarum kompas selalu menunjuk arah utara-selatan ya? Simak aja deh artikel berikut ini, mudah-mudahan bisa menambah pengetahuan dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Teman-teman semua pasti pernah menggunakan kompas. Biasanya kita menggunakan kompas ketika mengikuti kegiatan lapangan atau sekedar melihatnya untuk mencari tahu arah kiblat ketika akan sholat dan tidak ada petunjuk arah.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebenarnya bagaimana sih prinsip kerja kompas itu? Kenapa jarum kompas selalu menunjuk arah utara-selatan ya? Simak aja deh artikel berikut ini, mudah-mudahan bisa menambah pengetahuan dan wawasan teman-teman.</p>
<p style="text-align: justify;">Kompas sederhana memiliki komponen utama berupa jarum yang terbuat dari logam ringan bermuatan magnet. Jarum kompas yang bermuatan magnet ini terinduksi oleh medan magnet di permukaan bumi. Bumi yang kita tinggali ini sebenarnya sebuah magnet raksasa lho! Kenapa disebut magnet raksasa? Hipotesa yang kuat mengenai hal ini menyebutkan bahwa magnet raksasa yang dimaksud adalah bagian inti dalam dan inti luar bumi. Berdasarkan pengukuran dengan metode gelombang seismik, diperkirakan inti bumi terdiri dari 2 bagian. Bagian dalam berupa bola dengan jari-jari ±1500 km sedangkan bagian luarnya berfasa cair  setebal ±2000 km melapisi inti bagian dalam. Selain berbeda fasa, terpadat pula perbedaan kecepatan perputaran komponen penyusunnya yang diperkirakan berupa unsur besi dengan suhu yang sangat tinggi. Perbedaan fasa dan kecepatan perputaran antara inti dalam dan inti luar menimbulkan proses <span style="text-decoration: underline;">magneto hidrodinamis</span>.  Magnet raksasa ini yang kemudian mengakibatkan timbulnya medan magnet di permukaan bumi. Medan magnet permukaan bumi inilah yang mempengaruhi arah jarum kompas yang kita pakai.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekarang pertanyaannya, apa betul jarum kompas itu selalu menunjuk arah utara-selatan? Jawabannya ternyata <span style="text-decoration: underline;">tidak selalu</span>. Hanya di tempat-tempat tertentu saja arah kompas bisa mendekati arah utara-selatan. Kutub magnet bumi tidak sama dengan kutub geografi (daerah kutub utara dan kutub selatan yang dijadikan patokan arah utara-selatan).  Untuk lebih jelasnya bisa teman-teman lihat pada gambar yang merupakan pemetaan arah medan magnet bumi secara horisontal pada tahun 2000 oleh <em>International Geomagnetic Reference Field</em> di bawah ini :</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-101" title="deklinasi" src="http://formmasibumi.com/wp-content/uploads/2009/08/deklinasi.jpg" alt="deklinasi" width="443" height="352" /></p>
<p style="text-align: justify;">Medan magnet yang digambarkan dengan garis penuh dan garis putus-putus itu ternyata arahnya berbeda di tiap-tiap tempat di bumi ini. Arah jarum pada kompas yang kita pakai sebenarnya menunjukkan arah medan magnet ini. <span id="more-100"></span>Kebetulan untuk Indonesia, arah medan magnet horisontalnya (deklinasi medan magnetiknya) tidak jauh menyimpang dengan arah utara-selatan geografis, yaitu rata-rata sebesar 0° 42&#8242;.  Sehingga bila kita menggunakan kompas di Indonesia, arah jarum kompas bisa digunakan sebagai patokan arah utara-selatan geografis walaupun sebenarnya tidak sepenuhnya tepat. Berbeda kasus apabila kita berada di pesisir pantai Amerika Serikat yang nilai deklinasi medan  magnetiknya berkisar 20° di Maine dan 10° di Texas misalnya. Secara sederhana, penyimpangan medan magnet secara horisontal bisa dilihat pada gambar di bawah ini :</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="aligncenter size-full wp-image-104" title="deklinasi2" src="http://formmasibumi.com/wp-content/uploads/2009/08/deklinasi2.jpg" alt="deklinasi2" width="217" height="241" /></p>
<p style="text-align: justify;">Selain mempunyai arah horisontal, medan magnet di permukaan bumi juga mempunyai arah vertikal yang disebut inklinasi medan magnetik bumi. Arah vertikal ini juga mempengaruhi jarum kompas. Apabila kita amati, kompas yang kita gunakan kadang miring secara vertikal walaupun kita sudah berusaha menempatkannya pada permukaan yang datar. Hal ini disebabkan karena pengaruh inklinasi medan magnetik bumi.</p>
<p style="text-align: justify;">Deklinasi  medan magnetik bumi nilainya berubah-ubah, tidak tetap sepanjang masa. Dalam kurun waktu 100 tahun, deklinasi medan magnetik bisa berubah antara 2° s.d. 25°. Untuk melihat nilai deklinasi ter-<em>update</em> di daerah kita teman-teman bisa mengunjungi situs <a href="http://www.magnetic-declination.com" target="_blank">http://www.magnetic-declination.com/</a>.</p>
<p style="text-align: justify;">Kurang tepatnya penunjukkan jarum kompas juga bisa dipengaruhi oleh medan magnetik lokal. Kompas akan kurang efektif apabila digunakan di dalam rumah atau gedung yang mempunyai kerangka besi atau beton. Sedikit banyak medan magnet dari kerangka besi atau beton akan mempengaruhi arah jarum kompas yang digunakan. Apabila kita dimintai tolong untuk menentukan arah kiblat bangunan masjid di dekat rumah kita, usahakan kita menggunakan kompas agak jauh dari lokasi bangunan untuk menghindari  efek di atas. Apabila kita berada di suatu daerah dengan nilai deklinasi medan magnetik yang ekstrim, merupakan kewajiban untuk menggunakan nilai ini sebagai referensi perhitungan arah kiblat.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekian artikel yang ringkas ini, mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi kita semua.</p>
<p style="text-align: justify;">Penulis : Afif Rakhman</p>
<p style="text-align: justify;">Referensi :</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li><em>Textbook</em><em> </em>Geologi Fisik<em> </em>terbitan Institut Teknologi Bandung</li>
<li style="text-align: justify;">Artikel berjudul <em>What is Magnetic Declination? </em>beserta gambarnya dari website <a href="http://www.magnetic-declination.com/" target="_blank">http://www.magnetic-declination.com/</a></li>
</ol>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://formmasibumi.com/sainstek/kompas-juga-bisa-salah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cintaku Sehangat Salju</title>
		<link>http://formmasibumi.com/sainstek/cintaku-sehangat-salju/</link>
		<comments>http://formmasibumi.com/sainstek/cintaku-sehangat-salju/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Jul 2009 14:11:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Afif Rakhman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sainstek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://formmasibumi.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu fenomena menarik saat musim dingin adalah salju. Menjadi unik karena kristal-kristal es yang lembut dan putih seperti kapas ini hanya hadir secara alami di negeri empat musim atau di tempat-tempat yang sangat tinggi seperti puncak gunung Jayawijaya di Papua. Kenapa salju secara alami tidak bisa hadir di wilayah tropis seperti negeri kita?
Proses pembentukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Salah satu fenomena menarik saat musim dingin adalah salju. Menjadi unik karena kristal-kristal es yang lembut dan putih seperti kapas ini hanya hadir secara alami di negeri empat musim atau di tempat-tempat yang sangat tinggi seperti puncak gunung Jayawijaya di Papua. Kenapa salju secara alami tidak bisa hadir di wilayah tropis seperti negeri kita?</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Proses pembentukan salju </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Untuk menjawab itu, bisa kita mulai dari proses terjadinya salju. Berawal dari uap air yang berkumpul di atmosfer Bumi, kumpulan uap air mendingin sampai pada titik kondensasi (yaitu temperatur di mana gas berubah bentuk menjadi cair atau padat), kemudian menggumpal membentuk awan. Pada saat awal pembentukan awan, massanya jauh lebih kecil daripada massa udara, sehingga awan tersebut mengapung di udara,  persis seperti kayu balok yang mengapung di atas permukaan air. Namun, setelah kumpulan uap terus bertambah dan bergabung ke dalam awan tersebut, massanya juga bertambah, sehingga pada suatu ketika udara tidak sanggup lagi menahannya. Awan tersebut pecah dan partikel air pun jatuh ke Bumi.<span id="more-24"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Partikel air yang jatuh itu adalah air murni (belum terkotori oleh partikel lain). Air murni tidak langsung membeku pada temperatur 0 derajat Celcius, karena pada suhu tersebut terjadi perubahan fase dari cair ke padat. Untuk membuat air murni beku dibutuhkan temperatur lebih rendah daripada 0 derajat Celcius. Ini juga terjadi saat kita menjerang air, air menguap kalau temperaturnya di atas 100 derajat Celcius karena pada 100 derajat Celcius adalah perubahan fase dari cair ke uap. Untuk mempercepat perubahan fase sebuah zat, biasanya ditambahkan zat-zat khusus, misalnya garam dipakai untuk mempercepat fase pencairan es ke air.</p>
<p style="text-align: justify;">Biasanya temperatur udara tepat di bawah awan adalah di bawah 0 derajat Celcius (temperatur udara tergantung pada ketinggiannya di atas permukaan air laut). Tapi, temperatur yang rendah saja belum cukup untuk menciptakan salju. Saat partikel-partikel air murni tersebut bersentuhan dengan udara, maka air murni tersebut terkotori oleh partikel-partikel lain. Ada partikel-partikel tertentu yang berfungsi mempercepat fase pembekuan, sehingga air murni dengan cepat menjadi kristal-kristal es.</p>
<p style="text-align: justify;">Partikel-partikel pengotor yang terlibat dalam proses ini disebut nukleator, selain berfungsi sebagai pemercepat fase pembekuan, juga perekat antaruap air. Sehingga partikel air (yang tidak murni lagi) bergabung bersama dengan partikel air lainnya membentuk kristal lebih besar.</p>
<p style="text-align: justify;">Jika temperatur udara tidak sampai melelehkan kristal es tersebut, kristal-kristal es jatuh ke tanah. Dan inilah salju! Jika tidak, kristal es tersebut meleleh dan sampai ke tanah dalam bentuk hujan air.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada banyak kasus di dunia ini, proses turunnya hujan selalu dimulai dengan salju beberapa saat dia jatuh dari awan, tapi kemudian mencair saat melintasi udara yang panas. Kadang kala, jika temperatur sangat rendah, kristal-kristal es itu bisa membentuk bola-bola es kecil dan terjadilah hujan es. Kota Bandung termasuk yang relatif sering mengalami hujan es. Jadi, ini sebabnya kenapa salju sangat susah turun secara alami di daerah tropik yang memiliki temperatur udara relatif tinggi dibanding wilayah yang sedang mengalami musim dingin.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Struktur unik salju </strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kristal salju memiliki struktur unik, tidak ada kristal salju yang memiliki bentuk yang sama di dunia ini seperti sidik jari kita. Bayangkan, salju sudah turun semenjak bumi tercipta hingga sekarang, dan tidak satu pun salju yang memiliki bentuk struktur kristal yang sama!</p>
<p style="text-align: justify;">Keunikan salju yang lainnya adalah warnanya yang putih. Kalau turun salju lebat, hamparan bumi menjadi putih, bersih, dan seakan-akan bercahaya. Ini disebabkan struktur kristal salju memungkinkan salju untuk memantulkan semua warna ke semua arah dalam jumlah yang sama, maka muncullah warna putih. Fenomena yang sama juga bisa kita dapati saat melihat pasir putih, bongkahan garam, bongkahan gula, kabut, awan, dan cat putih.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain itu, turunnya salju memberikan kehangatan. Ini bisa dipahami dari konsep temperatur efektif. Temperatur efektif adalah temperatur yang dirasakan oleh kulit kita, dipengaruhi oleh tiga besaran fisis: temperatur terukur (oleh termometer), kecepatan pergerakan udara, dan kelembapan udara. Temperatur efektif biasanya dipakai untuk menentukan zona nyaman. Di pantai, temperatur terukur bisa tinggi, namun karena angin kencang kita masih merasa nyaman. Pada saat salju turun lebat, kelembapan udara naik dan ini memengaruhi temperatur efektif sehingga pada satu kondisi kita merasa hangat.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi, Anda bisa mengirim ungkapan romantis kepada teman Anda, cintaku sehangat salju. Kalau dia tidak paham, kesempatan untuk Anda menjelaskan fenomena ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber : <a href="http://www.pikiran-rakyat.co.id/" target="_top">Pikiran Rakyat (28 Desember 2006)</a></p>
<p style="text-align: justify;">dari: <a href="http://www.fisikanet.lipi.go.id/utama.cgi?fenomena&amp;1172922307&amp;1">http://www.fisikanet.lipi.go.id/utama.cgi?fenomena&amp;1172922307&amp;1</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://formmasibumi.com/sainstek/cintaku-sehangat-salju/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ati-Ati Nganggo Flashdisk</title>
		<link>http://formmasibumi.com/sainstek/ati-ati-nganggo-flashdisk/</link>
		<comments>http://formmasibumi.com/sainstek/ati-ati-nganggo-flashdisk/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Jul 2009 14:07:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Afif Rakhman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sainstek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://formmasibumi.com/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[Kie kanggo sapa bae sing sering sebel kari bar maring rental atawa flashdisk sing bar disilih barang dicolokna ning komputer koh komputere tetep kena virus bae, padahal wis discan sedurunge nganggo antivirus. Kuwe disebabna autoplay-ne windows komputere esih aktif, dadine dong ana virus sing modele autorun..otomatis viruse langsung nginfeksi sedurunge antiviruse nyecan. Kaya kuwe pokoke.
Kie [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Kie kanggo sapa bae sing sering sebel kari bar maring rental atawa flashdisk sing bar disilih barang dicolokna ning komputer koh komputere tetep kena virus bae, padahal wis discan sedurunge nganggo antivirus. Kuwe disebabna autoplay-ne windows komputere esih aktif, dadine dong ana virus sing modele autorun..otomatis viruse langsung nginfeksi sedurunge antiviruse nyecan. Kaya kuwe pokoke.</p>
<p style="text-align: justify;">Kie carane matikna autoplay-ne windows nggo ngindari virus-virus sing model kaya kuwe. Mudah2an bisa manfaat.<span id="more-22"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Langkah-langkah kie diikuti ya :</p>
<p style="text-align: justify;">Klik &lt;start&gt; pilih &lt;run&gt;, ketik “gpedit.msc”</p>
<p style="text-align: justify;">Pada Group Policy yang terbuka, pilih :</p>
<p style="text-align: justify;">Computer Configuration &gt; Administrative Template &gt; System</p>
<p style="text-align: justify;">- Pada bagian kanan, klik dua kali Turn off Autoplay</p>
<p style="text-align: justify;">- Pada tab setting, rubah check box yang tadinya “disabled” menjadi “enabled”</p>
<p style="text-align: justify;">- Pada pilihan Turn off Autoplay on pilih All drives</p>
<p style="text-align: justify;">- Klik OK</p>
<p style="text-align: justify;">- Masih pada Group Policy yang terbuka, pilih :</p>
<p style="text-align: justify;">User Configuration &gt; Administrative Template &gt; System</p>
<p style="text-align: justify;">- Pada bagian kanan, klik dua kali Turn off Autoplay</p>
<p style="text-align: justify;">- Pada tab setting, rubah check box yang tadinya “disabled” menjadi “enabled”</p>
<p style="text-align: justify;">- Pada pilihan Turn off Autoplay on pilih All drives</p>
<p style="text-align: justify;">- Klik OK</p>
<p style="text-align: justify;">- Restart komputer</p>
<p style="text-align: justify;">Bar kuwe autoplay-ne windows dadi ora aktif. Ciri-cirine, dong ana flashdisk utawa CD sing dipasang ning komputer, bakalan langka maning kotak dialog sing  ana tulisane &#8220;openwith&#8230;&#8230;..&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Program-program gratis sing ta rekomendasikna nggo ngindari virus :</p>
<p style="text-align: justify;">- Avira-Antivir (kudu diupdate rutin)</p>
<p style="text-align: justify;">- Spybot Search &amp; Destroy (tea-timere kudu diaktifna)</p>
<p style="text-align: justify;">- Clamwin Free Antivirus (diupdate rutin)</p>
<p style="text-align: justify;">Telu-telune bisa didownload gratis ning http://<a href="http://www.softpedia.com/" target="_blank">www.softpedia. com</a>, downloade gampang kok! Ora papa kari telu-telune arep diinstall kabeh, apik malah.</p>
<p style="text-align: justify;">Kari pengin merdeka ora kena virus ya nganggo linux tapi bocah-bocah Fb akeh nemen sing pada protes. Ana sing nyletuk  &#8220;Jarene Indonesia kan negara agraris, dadine kan wajar bae kari rakyate akeh sing ngebajak!&#8221; (Termasuk sing ngomong he3)</p>
<p style="text-align: justify;">Penulis : Afif Rakhman</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://formmasibumi.com/sainstek/ati-ati-nganggo-flashdisk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
