Muqoddimah
Segala puji hanyalah milik Alloh Subhanahu wa Ta’ala, Robb semesta alam. Sholawat dan salam semoga terlimpahkan kepada Rosululloh Muhammad Shollallohu ‘Alaihi wa Sallam, keluarga, sahabat serta umatnya yang senantiasa istiqomah di jalan kebaikan.
”Dan hendaknya ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebaikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah kepada yang mungkar. Merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali Imron: 104)
“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang-orang yang menyeru kepada Alloh, mengerjakan amal shaleh dan berkata, ‘Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.’” [QS. Fushshilat: 33]
”Sesungguhnya Alloh mencintai orang-orang yang berjuang di jalan-Nya dengan bershaf-shaf laksana bangunan yang kokoh.” (QS. Ash Shoff: 4)
Ketika umat mengalami berbagai keterpurukan dalam semua sisi kehidupan, hendaknya setiap muslim mempunyai tanggung jawab mengembalikan kemuliaan Islam di bumi ini. Kemuliaan diinul Islam bermula pada kesadaran setiap pribadi muslim untuk kembali kepada Islam sebagai solusi permasalahan umat saat ini. Dan kesadaran setiap pribadi muslim ini akan semakin masif jika nilai-nilai kebaikan dilakukan dan kemunkaran dicegah dalam kehidupan masyarakat kita. Amar ma’ruf nahi munkar adalah tanggung jawab setiap muslim, hidupnya aktivitas dakwah akan menjadi penawar bagi terpuruknya umat Islam dan bangsa ini.
Generasi muda dalam sejarah umat Islam dan juga sejarah bangsa Indonesia adalah anashiruttaghyir (agent of change). Perubahan di berbagai negeri dan masa menunjukkan kepada kita bahwa generasi muda adalah sebuah dalil perubahan.
Kota Santri adalah nama yang lekat pada Bumiayu, sebuah kota kecil di bagian barat Provinsi Jawa Tengah yang masuk wilayah administratif Kabupaten Brebes. Sebuah sebutan unik yang disematkan orang ’luar’ untuk melihat karakter dan kondisi demografis kota kecil ini. Bumiayu memang memiliki banyak pesantren baik yang ada di dalam kota maupun yang tersebar di daerah satelit sekitar Bumiayu. Tak heran ribuan pemuda-pemudi datang ke Bumiayu untuk ’nyantri’ di pesantren yang ada di Bumiayu dan sekitarnya.
Lazimnya bayangan kita, istilah santri tentu identik dengan orang yang memiliki pemahaman agama yang ’lebih’ dibanding kaum awam atau kaum ’abangan’. Ada cerita bahwa apabila ada orang Bumiayu yang merantau ke luar daerah, maka orang dari daerah lain akan mempersilakan orang Bumiayu sebagai imam sholat atau guru ngaji karena mereka menganggap semua orang dari Kota Santri lebih faham soal agama.
Itulah cerita zaman dahulu. Meskipun pesantren-pesantren itu masih ada, namun saat ini kondisi Bumiayu tidak jauh berbeda dengan kota-kota lain di Indonesia. Permasalahan sosial, politik, ekonomi dan budaya juga telah merambah kota ini. Apabila pada masa dahulu narkoba, judi, kenakalan remaja dan pergaulan bebas hanya merupakan cerita kota-kota lain di luar Bumiayu, namun saat ini cerita muram itu juga tidak jauh dari kehidupan masyarakat Bumiayu. Arus globalisasi memang telah begitu deras, majunya teknologi serta mudahnya mobilitas sosial membuat apa yang terjadi di luar Bumiayu juga terserap di lingkungan sosial Bumiayu dengan begitu cepat.
Ketika degradasi dan dekadensi sisi kehidupan pelan tapi pasti terjadi di Bumiayu, maka tanggung jawab untuk menanggulangi (setidaknya membendung) adalah tanggung jawab semua pihak, tak terkecuali generasi muda. Generasi muda merupakan generasi yang semua orang sepakat bahwa merekalah para penerus bangsa ini. Masa depan bangsa ini tergantung sejauh mana generasi mudanya bisa melewati masa transisi sebelum dewasa menjelang. Jika masa transisi mereka gemilang dan sisi positif yang diraih, maka kita akan bisa berharap banyak pada perbaikan kondisi negeri ini.
Maka dari itu, kami sebagai bagian dari generasi muda yang menghendaki umat dan bangsa ini bangkit dari keterpurukan ber’azzam untuk terus belajar menjadi bagian dari solusi umat dengan mendeklarasikan sebuah organisasi yang berbasis ke-Islaman dan kepemudaan, yaitu Formmasibumi.
Nama Kami
Organisasi yang kami dirikan bernama Forum Mahasiswa Muslim Bumiayu, yang kemudian disingkat menjadi Formmasibumi (Fb). Formmasibumi adalah forum yang digerakkan oleh mahasiswa dan didukung oleh warga Bumiayu dan sekitarnya yang mengakui dirinya muslim, memiliki kepedulian dan dukungan terhadap dakwah Islamiyah di Bumiayu dan sekitarnya.
Sejarah Pembentukan
Formmasibumi dilahirkan sebagai salah satu solusi permasalahan yang ada, dengan dipelopori oleh generasi muda muslim (dalam hal ini adalah pelajar dan mahasiswa Bumiayu). Forum ini terus mencoba berpartisipasi dengan program nyata yang menyentuh ranah generasi muda.
Lahirnya Formmasibumi merupakan puncak dari suatu proses panjang yang telah berlangsung sebelumnya. Jauh sebelum Formmasibumi berdiri, para mahasiswa Bumiayu dan sekitarnya yang tersebar di berbagai wilayah/kota di Indonesia dan luar negeri telah aktif menjalin silaturrahim dan grup diskusi melalui media internet. Kami merasakan perlunya pembentukan jaringan mahasiswa Bumiayu dan sekitarnya yang tersebar di berbagai wilayah/kota tersebut yang nantinya mampu memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan Bumiayu/Kabupaten Brebes dan sekitarnya. Maka, sebagai kelanjutan dari silaturrahim dan grup diskusi itulah, kami mendeklarasikan Formmasibumi pada tanggal 4 Syawal 1422 H, bertepatan dengan tanggal 9 Desember 2002 M di Masjid Nurul Huda SMA Islam Ta’allumul Huda Bumiayu. Jumlah peserta yang hadir dalam deklarasi Formmasibumi tersebut sebanyak 42 orang.
Latar Belakang Pembentukan
Pendirian Formmasibumi dilatarbelakangi karena:
- Belum adanya jaringan mahasiswa bumiayu di berbagai kota yang solid, aktif dan produktif berkontribusi positif bagi perkembangan masyarakat Bumiayu dan sekitarnya.
- Potensi pelajar dan generasi muda Bumiayu belum tertangani secara maksimal (menurut data situs www.brebes.go.id tahun 2001, jumlah anak usia SD-SMP-SMA di 6 kecamatan di wilayah Brebes Selatan sebanyak 129.299 orang).
- Tantangan kehidupan sosial, budaya, politik dan ekonomi skala global, nasional maupun lokal yang semakin tinggi dan masyarakat (generasi muda) membutuhkan partner dalam perkembangannya.
- Berkeinginan untuk tumbuh dan besar menjadi organisasi yang independen, mandiri, nonpartisan, nonprofit serta akan mengedepankan profesionalitas dan moralitas (nilai-nilai ke-Islaman). Selain itu, Formmasibumi juga terus berinovasi dalam setiap aktivitasnya dan terus merealisasikan wajah Islam sebagai rohmatan lil’aalamiin.
Asas dan Tujuan
Sebagai sebuah wadah organisasi yang memiliki cita-cita besar dan luhur, Formmasibumi berasaskan Islam dan bertujuan untuk menghimpun seluruh potensi umat Islam di Bumiayu dan sekitarnya, mengembangkan dakwah Islamiyah serta berkontribusi positif terhadap pembinaan masyarakat Bumiayu dan sekitarnya. Dalam lingkup kecil, Formmasibumi ingin melihat kondisi Bumiayu yang lebih baik 20-30 tahun mendatang. Lembaga ini ingin mengembalikan semangat Kota Santri di Bumiayu agar tidak tumbuh sekedar slogan, caranya dengan menghadirkan kembali wajah Islami di Kota Santri (secara individu maupun sosial) pada semua sisi kehidupan, sesuai dengan watak Islam sendiri sebagai agama yang syamil dan rohmatan lil’ aalamiin.
Formmasibumi dibentuk bukan hanya sekedar untuk ajang ngobrol atau reuni sesama ‘cah Bumiayuan. Tapi lebih pada adanya kesamaan keinginan untuk memberikan kontribusi positif yang nyata pada masyarakat Bumiayu/Brebes Selatan. Kekhasan wadah ini bila dibandingkan dengan perkumpulan mahasiswa Bumiayu/Brebes Selatan lainnya adalah pada pilihannya untuk mengedepankan adab-adab islamiyah pada setiap kegiatannya. Dakwah Islamiyah memang menjadi pilihan utama Formmasibumi dengan remaja/pelajar Islam Bumiayu/Brebes Selatan sebagai sasaran utama. Formmasibumi berusaha menjadi jembatan untuk mengenalkan bahwa Islam tidak hanya sebatas ibadah seremonial seperti shalat dan shaum saja. Namun Islam adalah agama yang komprehensif/syaamil yang meliputi seluruh aspek kehidupan. Selain itu, melalui Formmasibumi kami berharap bisa menjaga citra Bumiayu yang beken dengan sebutan Kota Santri.
Sasaran dan Bidang Garap
Organisasi kami memiliki sasaran aktivitas sebagai berikut:
- Pelajar dan remaja masjid termasuk santri di berbagai institusi yang ada.
- Masjid/pusat-pusat dakwah yang telah berkembang sebelumnya yang strategis dalam pengembangan dakwah dan forum ini.
Sedangkan bidang garap kami adalah pemberdayaan potensi yang dimiliki pelajar menuju meluasnya kesadaran ber-Islam secara kaffah di tengah masyarakat pada umumnya dan di kalangan pelajar pada khususnya.
Keanggotaan
Keanggotaan Formmasibumi bersifat terbuka, dalam artian setiap mahasiswa yang mengakui dirinya muslim dan warga Brebes Selatan dapat bergabung dengan forum ini. Bahkan, dalam perkembangannya mereka yang tidak berstatus mahasiswa seperti pelajar SMP/MTs dan SMA/SMK/MA, alumni SMA/SMK, remaja masjid atau masyarakat umum yang memiliki kepedulian Formmasibumi juga ikut bergabung dalam organisasi ini.
Formmasibumi juga merupakan forum yang independen, mandiri, nonprofit, nonpartisan serta tidak terikat dengan organisasi politik (orpol) atau organisasi massa (ormas) tertentu. Kerja sama yang mungkin terjalin dengan ormas atau orpol lebih didasarkan pada adanya kesamaan visi serta untuk kepentingan dakwah/syi’ar Islam.
Status Badan Hukum
Salah satu elemen penting yang mendukung dan memperkuat eksistensi sebuah lembaga atau organisasi di dalam ranah hukum formal negara kita adalah adanya status badan hukum yang jelas dari lembaga atau organisasi itu sendiri. Berkaitan dengan hal tersebut, Formmasibumi telah berhasil untuk mewujudkannya. Alhamdulillah, Formmasibumi kini telah berstatus sebagai organisasi resmi dan telah disahkan di hadapan notaris Kabupaten Brebes, Ibu Nur Mufidah, S.H, M.Kn berdasarkan akta notaris Nomor 02/15 Juni 2007 yang ditandatangani oleh tiga orang wakil dari Formmasibumi. Selain itu, Formmasibumi juga telah terdaftar secara sah sebagai organisasi masyarakat (ormas) pada Kantor Kesbanglinmas Kabupaten Brebes berdasarkan Nomor Registrasi : 01/P-FB/VIII/07 tanggal 19 Agustus 2007.